Progress of Activity
Follow up the activities that have been successfully achieved by MAHITALA Parahyangan Catholic University, 7 Summits Expedition, and no progress of “Indonesian 7 Vertical Walls Festival” organized by the SKYGERS. Having agreed to change the name of the program become “Ekspedisi Indonesia Memanjat Tujuh Dinding Tegak Benua 2012 – 2014″, then on Tuesday, January 17, 2012, Harry Suliztiarto (initiator) and Reza Kurniawan (Chairman of Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia 2011 to 2015) has met and an audience with the Minister of Youth and Sports. In general, these activities were well received and planned to take place at mid-August this year 2012. The secretariat of the expedition is planned to be moved and centered in Semarang – Central Java. For a while, just it the progress of activities that can be delivered.
Perkembangan Kegiatan
Menindaklanjuti kegiatan ekspedisi 7 Summits yang telah berhasil dicapai oleh MAHITALA Universitas Katolik Parahyangan, serta kurang berkembangnya kegiatan “Indonesian 7 Vertical Walls Festival” yang dikoordinir oleh SKYGERS. Setelah bersepakat mengganti nama kegiatan menjadi “Ekspedisi Indonesia Memanjat Tujuh Dinding Tegak Benua 2012 – 2014”, maka pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2012, Harry Suliztiarto (Pemrakarsa) dan Reza Kurniawan (Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia 2011 – 2015) telah menemui serta beraudiensi dengan Menteri Pemuda dan Olah Raga. Secara umum kegiatan tersebut diterima dengan baik dan direncanakan untuk dilaksanakan mulai Pertengahan Bulan Agustus tahun 2012 ini. Adapun sekretariat Ekspedisi direncanakan untuk dipindahkan serta dipusatkan di Semarang – Jawa Tengah. Demikian sementara perkembangan kegiatan yang dapat disampaikan.
JADWAL INDONESIAN 7 VERTICAL WALLS FESTIVAL
| No | Kegiatan | Tanggal, Bulan dan Tahun | Catatan |
| 1 | Peluncuran Situs | 28 Oktober 2010 | |
| 2 | Pendataan Relawan | 28 Oktober 2010 – 28 Oktober 2011 | |
| 3 | Pengumpulan Dukungan | 28 Oktober 2010 – 28 Oktober 2011 | |
| 4 | Uji Coba Ekspedisi Perorangan | 29 Oktober 2011 – 9 November 2011 | |
| 5 | Uji Coba Tim | 10 November 2011 – 20 November 2011 | |
| 6 | Pemesanan Lokasi/Perijinan | 21 November 2011 | |
| 7 | Pembelian Peralatan Tim | 22 November 2011 | |
| 8 | Pembuatan Seragam/Spanduk/Stiker | 23 November 2011 | |
| 9 | Pemantauan Kondisi Anggota Tim | 24 November 2011 – 30 September 2012 | |
| 10 | Konsolidasi Tim | Hari Minggu terakhir setiap bulannya mulai Desember 2011 | |
| 11 | Persiapan Akhir | 1- 27 Oktober 2012 | |
| 12 | Pelaksanaan Indonesian 7 Vertical Walls Festival | 28 Oktober 2012 – 30 September 2013 | |
Syarat Relawan Indonesian 7 Vertical Walls Festival
- Warga Negara Indonesia.
- Pernah melakukan pemanjatan di tebing besar (minimal 7 pitch – diutamakan Solo Climbing) untuk pemanjat, atau pernah melakukan terjun BUANA di tebing untuk penerjun BUANA. Kedua aktivitas tersebut harus disertai bukti photo ataupun video yang nantinya dipresentasikan dihadapan pemrakarsa (Harry Suliztiarto +6285220057557) dan koordinator (Rio Kornel +6285220643087) Indonesian 7 Vertical Walls Festival.
- Setelah menjadi anggota tim, bersedia menandatangani Pelepasan Tanggung Jawab (liability release) serta mengikuti seluruh prosedur dan program Indonesian 7 Vertical Walls Festival sampai dengan akhir kegiatan.
Selain membuka kesempatan bagi para relawan, kami membuka juga program wisata untuk peserta yang berminat mengikuti kegiatan Indonesian 7 Vertical Walls Festival. Syarat pendaftaran peserta wisata akan disesuaikan dengan prosedur dan program Indonesian 7 Vertical Walls Festival lebih lanjut.
Demikian informasi awal Indonesian 7 Vertical Walls Festival, mudah-mudahan dapat terlaksana sesuai dengan rencana hingga dengan selesai. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan seluruh saudara sebangsa dan setanah air.
MERDEKA!
Pendaftaran ke skygers_indonesia@skygers.net atau skygers_indonesia@yahoo.com
Bumi Yang Menjulang
Ketegakan/keterjalan yang tinggi di alam semesta selalu mudah dilihat serta memiliki pesona tersendiri. Secara matematis, sesuatu hal disebut tegak lurus jika sudut yang terlihat sebesar 900. Dalam istilah panjat tebing, sudut 900 biasa disebut Vertical Face (permukaan tegak lurus), sedangkan sudut 00 disebut flat (datar), 10 – 590 disebut slope (landai), 600 – 890 disebut slab (batu papak), 910 – 1790 disebut over’hang (terlalu bergantung), dan 1800 (berhadapan dengan bumi) disebut roof [atap-tetapi pemanjat tetap menggantung dibawahnya, karena itu lema yang tepat “menurut penulis” adalah- under’ roof (bagian bawah atap) atau under’hung (bergantung di bawah), mengambil istilah dari para penerjun BUANA (BASE jumper)]. Jadi, secara teknis sudut pada permukaan licin, dari 00 – 300 kita masih bisa berjalan, 310 – 600 mulai merangkak, 610 – 700 mulai merayap, 710 – 900 memanjat, 910 – 1800 harus menggantung.
Terlepas dari berbagai istilah yang digunakan, ketertarikan para petualang terhadap panjat tebing ternyata berawal dari pesona yang mudah terlihat (dengan demikian, sangat manusiawi jika para pemanjat tebing senang memamerkan dirinya sendiri “narsis”). Selain itu, setelah pencapaian titik tertinggi, kita dapat melihat cakrawala luas terbentang (tanpa batas) hingga memiliki sudut pandang yang berbeda. Dari seluruh petualangannya menaklukkan ketegakan dan keterjalan yang tinggi, mudah-mudahan para pemanjat dapat menaklukkan dirinya sendiri, sehingga tidak terjebak dalam narsisme yang menjurus keangkuhan, melainkan menjadi individu-individu berwawasan luas yang rendah hati.
Rio Kornel
